Selasa, 14 Oktober 2014

Sumber Vitamin C Paling Tinggi Disekitar Kita

Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu nutrisi penting yang tidak bisa diproduksi dalam tubuh. Tubuh manusia memperolehnya dari makanan dan minuman sehari-hari ataupun suplemen yang mengandung vit C. Fungsi vitamin C terutama untuk membentuk sistem imun, anti oksidan (radikal bebas) danjuga kolagen yang penting untuk kulit. Kebutuhan manusia akan vitamin C berkisar antara 75 - 500 mg perhari.

sayuran dan buah sumber vit. C

Kadar vitamin C cepat turun dalam tubuh karna dapat larut dalam air dan dibuang melalui urine dan keringat. Oleh karena itu penting untuk menjaga asupannya melalui makanan dan minuman disekitar kita. Berikut ini akan disajikan beberapa buah dan makanan lainya yang mengandung vitamin C dalam dosis yang tinggi.


A) Buah-Buahan
1. Jambu  Biji Merah (225 mg per 100 gram)
4-5 atau 100 gram buah jambu merah sudah dapat memenuhi kebutuhan vit. C sehari.

jambu biji merah
2.  Kiwi (92,7 - 161,3 mg per 100 gram).
 Sekitar 2 buah kiwi perhari cukup memenuhi kebutuhan vitamin C sehari.

3. Kelengkeng (84 mg per 100 gram).
Satu ons kelengkeng memberikan vitamin C sebanyak 84 mg.

4. Pepaya (78 mg per 100 gram)
2 potongan pepaya ukuran sedang sudah memenuhi kebutuhan vitamin C sehari.

5. Mangga (60 mg dalam sebiji mangga)
1 biji buah mangga berukuran sedang mengandung vitamin C sekitar 60 miligram.

6. Strowberry (58,8 mg per 100 gram).
Sekitar 5-6 buah strowberry menghasilkan vitamin C sebanyak 58 mg.


Sabtu, 27 September 2014

Tes Kesehatan dan Kebugaran STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

Sejak tahun 2011 ujian seleksi masuk sekolah tinggi akuntansi negara (STAN) juga mengadakan tes kesehatan dan kebugaran jasmani. Jadi seorang calon siswa tidak hanya dites kemampuan akademiknya tapi juga kesehatan dan kebugarannya. 

Hal ini sangat wajar kalau kita lihat beban kerja dan kompetensi yang dituntut untuk lulusan STAN nantinya. Seperti halnya sekolah kedinasan milik negara yang lain seperti AKMIL, AKPOL, IPDN dan lain-lain.

Beberapa item tes yang dilakukan adalah:
A). Tes Kesehatan
  1. Pengukuran Tinggi dan Berat Badan
  2. Pemeriksaan Tekanan Darah
  3. Tes Visus/Minus Mata
  4. Tes Buta Warna dan Refleks
Selain item diatas akan dilakukan juga pemeriksaan oleh dokter, meliputi pengecekan mulut dan gigi, telinga, detak jantung, perut, hemoroid (ambeyen), tulang kaki dan riwayat penyakit yang pernah diderita.

B). Tes Kebugaran Jasmani
  1. Tes Lari 12 Menit (Cooper Test)
    Peserta tes akan diberi kesempatan selama 12 menit berlari mengelilingi lintasan atletik ataupun lapangan sepakbola (400 m). Jarak yang ditempuh peserta tes selama 12 menit akan dicatat sebagai hasil tes.
    cooper run test
    ironmuscles.org
    Karna tidak ada keterangan resmi berapa target minimal yang harus dicapai peserta maka kita akan merujuk pada norma Tes Dr. Kenneth Cooper :
    Table Cooper test adults
    Condition Gender
    < 30 years
    30-39 years
    40-49 years
    50 years >
    Bad
    man
    <1600
    <1500 
    <1400 
    <1300 
    woman
    <1500 
    <1400 
    <1200 
    <1100 
    Reasonable
    man
    1600-2000 
    1500-1900 
    1400-1700 
    1300-1600 
    woman
    1500-1800
    1400-1700
    1200-1500
    1100-1400
    Average
    man
    2000-2400
    1900-2300
    1700-2100
    1600-2000
    woman
    1800-2200
    1700-2000
    1500-1900
    1400-1700
    Good
    man
    2400-2800
    2300-2700
    2100-2500
    2000-2400
    woman
    2200-2700
    2000-2500
    1900-2300
    1700-2200
    Excellent
    man
    >2800
    >2700
    >2500
    >2400
    woman
    >2700
    >2500
    >2300
    >2200
    Sport and Science
     
  2. Tes Lari Bolak-Balik angka 8 (Shuttle Run)

Selasa, 23 September 2014

RPP Penjasorkes Kurikulum 2013 (Sepakbola)

                              RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

   Satuan Pendidikan         :  SMA Negeri
Kelas/Semester                :  X / 1 (Ganjil )
Mata Pelajaran               : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan          
Tema/Topik                     : Teknik Dasar Sepak Bola
Pertemuan ke                  : I
Waktu                              : 9 x 45 menit ( 3 x pertemuan )
A. Kompetensi Inti ( KI ):    
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.  Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
C.  Kompetensi Dasar  ( KD ) :
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah  Tuhan    yang tidak ternilai. 
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kemajuan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.  
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.4  Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5  Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. 

2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik 
2.7  Belajar menerima kekalahan dan kemenangan dari suatu permainan
3.1  Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan gerak salah satu permainan bola besar untuk menghasilkankoordinasi gerak yang baik.
4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan dalam memainkan salah satu
      permainan bola besar dengan koordinasi gerak yang baik.  

Indikator Pencapaian Kompetensi

Selasa, 16 September 2014

Kata Motivasi Dari Para Atlit Terbaik Dunia I (Michael Jordan)

Menjadi juara tentu bukan hal yang mudah, banyak pengorbanan, latihan, disiplin keras juga kadang keberuntungan. Selain itu juga diperlukan motivasi dalam diri sendiri yang kadang dituangkan dalam kata-kata bijak nan indah yang memotivasi. Dibawah ini akan disajikan kata-kata bijaksana dari para juara-juara dunia.

favimages.com

Michael Jordan (Salah satu legenda basket dunia, juara NBA) mengatakan:

"Saya bisa menerima kegagalan, tapi saya tidak bisa menerima segala hal yang tak pernah diusahakan"

"Saya gagal dan gagal berulang kali dalam hidup saya dan itulah kenapa saya berhasil" 

"Tantangan jangan menghentikan langkahmu, jika kamu menghadapi tembok, janganlah berputar dan menyerah. Temukan jalan keluar, bagaimana agar bisa memanjatnya"


"Saya sudah lebih dari 9000 kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hampir 300 kali kalah dalam pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya"

"sebagian orang ingin itu terjadi, sebagian berharap itu terjadi yang lainnya membuat itu terjadi"

salah satu penggemar Jordan adalah pebasket Kobe Bryant, mengatakan:

Selasa, 09 September 2014

10 Cara Supaya Otak Tidak "Lemot"

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh University of Virginia, gangguan memori bisa muncul sejak usia 27 tahun. Di usia tersebut, kecepatan otak dalam memecahkan teka-teki dan penalaran mulai melambat ato lebih populer dengan julukan 'lemot'. Namun tak perlu panik, otak masih punya kemampuan menyimpan memori.
Hanya saja, untuk mengeluarkan memori dari tempat penyimpanannya di otak sedikit tersendat. Itu berarti bahwa otak pun harus dijaga kesehatannya agar tetap bisa berfungsi optimal. Bagaimana caranya? 
bp.blogspot.com
  1. Pastikan tubuh Anda tetap fit.
    Kebugaran fisik bisa meningkatkan ukuran hippocampus (bagian otak yang terhubung dengan ingatan jangka panjang). Tak ada salahnya mencoba untuk meluangkan waktu berjoging, renang atau jenis olahraga apapun yang dapat melancarkan aliran darah Anda menuju otak.
  2. Mainkan Game Pikiran dan Jauhkan Kalkulator
    Jika tak ingin kehilangan memori dengan mudahnya, maka jangan lelah untuk berpikir. Menjauhkan kalkulator merupakan salah satu langkah jitu untuk memaksa otak Anda berpikir.
  3. Jangan Andalkan Gadget
    Gadget hanya akan membuat Anda semakin malas berpikir maupun mengingat-ingat sesuatu karena kemudahan yang ditawarkannya. Hal tersebut akan membuat seseorang merasa tergantung dengan gadget dan pada akhirnya tak bisa mengingat hal-hal penting. Cobalah juga untuk berhenti menikmati kemudahan GPS dalam mencari alamat. Peta tradisional lebih bisa membuat otak Anda berpikir, berimajinasi dan tetap fokus selama perjalanan menuju ke tempat tujuan.
  4. Rajin Membaca.
    Rajin membaca selain akan membuka wawasan Anda, otak pun mampu menangkap kosakata baru serta menyimpannya ataupun mempertajam memori yang pernah tersimpan dalam perbendaharaannya.
  5. Berekspresi Melalui Karya Seni

Sabtu, 06 September 2014

Olahraga Untuk Tampil Cantik dan Menarik

Jaman sekarang dimana internet dan jejaring sosial telah menjadi kebutuhan hidup dan juga sebagai life style, terlihat eye catching atau cantik menarik sudah menjadi kewajiban bagi kaum hawa. Mengambil gambar sendiri (selfy) dan membaginya di jejaring sosial adalah hal yang sangat lumrah. 
Mega T. Sembiring (Putri Sumut 2014)
Menyukai olahraga renang, voli dan juga pilates
sumber: Mega Facebook.




Memang sekarang trik kamera sudah memungkinkan untuk sekedar terlihat cantik didepan layar, tapi apakah anda sudah cukup puas dengan itu.Tidakkah anda ingin terlihat sehat dan cantik dalam dunia nyata..??

Untuk dapat tampil cantik tidaklah cukup dengan merawat kulit dan make up saja, jaman sekarang banyak sekali wanita yg memiliki kulit putih mulus namun badan yang tidak proporsional. Masalah utama wanita sekarang adalah pola hidup dan pola makan yang salah.

Pola hidup yang cenderung malas bergerak, tidak berolahraga dan pola makan yang tidak sehat cenderung akan membuat wanita terlihat kurang menarik karna tubuh yang tidak sehat dan proporsional.

Bergerak dan berolahraga merupakan keharusan bagi manusia karna kita memang diciptakan untuk berdiri, berjalan, berlari, melompat, berbaring, bangun dan aktivitas lainnya. Beberapa olahraga yang mudah dilakukan kaum wanita adalah jogging, aerobik, renang, pilates dan beberapa jenis game seperti bulu tangkis atau bola voli.
Berolahraga dan Diet Sehat

Senin, 23 Juni 2014

Contoh RPP Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kurikulum 2013

Dibawah ini akan disajikan contoh rpp penjas kurikulum 2013 yang saya rancang sendiri, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dan ditambah terutama cara penilaian.
 

   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                  : SMAN 1 Delitua
Mata Pelajaran                     : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester                    : XI /2
Materi Pokok                        : Menganalisis Konsep Latihan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani
Alokasi Waktu                       : 6 x 45 menit (2 Kali Pertemuan)

A.    Kompetensi Inti
1.     Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, responsive dan pro-aktif serta menunjukkan sikap sebagai bagian dalam solusi atas berbagai permasalahan dalam interaksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai sermin bangsa dalam pergaulan dunia.
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, pengetahuan faktual, konseptual, dan procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.     Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.    Menghargai tubuh dengan seluruh   perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai
1.2.    Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.
                1.1.1 Menggunakan tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai dengan menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
                   1.1.2 Memelihara dan membina tubuh sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta dengan menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
2.1    Berperilaku sportif dalam bermain

2.2    Bertanggung jawab terhadap
keselamatan dan kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.

2.3    Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.Menunjukkan kemauan bekerja sama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik
2.4    Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5    Disiplin selama melakukan aktivitas fisik
2.1.1 Menunjukkan perilaku sportif dalam menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
2.2.1 Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dalam menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.2.2 Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran mengalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.3.1 Menunjukkan perilaku santun selama belajar
menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.4.1 Menunjukkan perilaku bekerjasama semalam mengalisis konsep pengkuran  kebugaran jasmani
2.5.1  Menunjukkan perilaku toleransi selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.6.1 menunjukkan perilaku disiplin selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.

3.5      Menganalisis konsep pengukuran komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan dan keterampilan menggunakan isntrumen standar
              3.5.1 Menganalisis konsep pengukuran kelenturan terkait keterampilan
              3.5.2 Menganalisis konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan
              3.5.3 Mengalisis konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan
              3.5.4 Menganalisis hasil pengukuran kebugaran jasmani          menggunakan standar TKJI.
4.5      Mempraktikkan pengukuran derajat komponen kebugaran jasmani terkait        kesehatan dan keterampilan            menggunakan instrument standar
                  4.5.1 Mempraktikan konsep pengukuran daya tahan tubuh
                  4.5.2 Mempraktikkan konsep pengukuran kekuatan otot-otot
               4.5.3 Mempraktikkan konsep pengukuran komposisi tubuh
               4.5.4 Mempraktikkan konsep pengukuran kelenturan tubuh
          4.5.5 Mempraktikkan konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan
         4.5.6 Mempraktikkan konsep pengkuran kelincahan terkait keterampilan
    4.5.7 Mempraktikkan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI


C.              Tujuan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat :
1. Memiliki kesadaran tentang arti penting merawat tubuh sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 
2. Menunjukkan perilaku bertanggungjawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
    3. Menunjukkan perilaku santun dan toleransi selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
4. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan dengan menunjukkan    nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
   5. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
   6. Menganalisis dan mempraktikkan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI dengan menunjukkan   nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.

Kamis, 19 Juni 2014

Indonesia dan Piala Dunia

Hindi Belanda
Semenjak keikutsertaan Hindia-Belanda di piala dunia Perancis tahun 1938, Indonesia belum pernah lagi sampai pada putaran final. Meskipun saat itu belum memakai sistem babak kualifikasi dan Indonesia saat itu langsung lolos ke putaran final piala dunia. Ironis memang jika kita menyadari Indonesia yang berpenduduk sekitar 250 juta orang, sebagaian besar adalah penggemar sepakbola tidak bisa menemukan 20 orang saja untuk membawa negara kita ke puncak pergelaran piala dunia yang dianggap sebagai event olahraga terbesar sejagad.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 kita hanya bisa dan harus puas sebagai penikmat dan penonton piala dunia saja. Setiap kali ada penyelenggaran piala dunia kita bisa melihat antusiasme masyarakat kita, dari pedesaan sampai dengan perkotaan bahkan istana negara menyelenggarakan nonton bersama meski hanya bisa sebagai penggembira dan pendukung bagi negara lain. 
bola.net
Apakah kita sudah puas sebagai penggembira dan penonton saja ?, bukankah Indonesia sebagai bangsa yang besar sudah seharusnya turut serta di pergelaran akbar tersebut...? Bayangkan bagaimana rasa kegembiraan dan senangnya rakyat Indonesia seandainya melihat anak bangsa berjuang disana..?. Jangankan piala dunia, ajang piala AFF yang setingkat asia tenggara saja dapat memicu dan menggelorakan rasa nasionalisme yang luar biasa. 

Kita Punya Potensi
Untuk turut serta di pergelaran piala dunia, kita harus berjuang dari babak kualifikasi I zona asia sampai dengan kualifikasi akhir yang akan mempertemukan juara dari masing-masing group. Untuk zona asia jumlah tim yang akan lolos ke putaran final piala dunia biasanya hanya 4 sampai 6 tim memang terbilang sedikit jika dibandingkan dengan zona Eropa yang bisa sampai 16 tim ataupun Amerika yang bisa sampai 10 tim. Padahal negara di asia jauh lebih banyak dari pada negara dari zona lain.