Senin, 23 Juni 2014

Contoh RPP Penjas Kurikulum 2013

Dibawah ini akan disajikan contoh rpp penjas kurikulum 2013 yang saya rancang sendiri, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dan ditambah terutama cara penilaian.
 

   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                  : SMAN 1 Delitua
Mata Pelajaran                     : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester                    : XI /2
Materi Pokok                        : Menganalisis Konsep Latihan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani
Alokasi Waktu                       : 6 x 45 menit (2 Kali Pertemuan)

A.    Kompetensi Inti
1.     Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, responsive dan pro-aktif serta menunjukkan sikap sebagai bagian dalam solusi atas berbagai permasalahan dalam interaksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai sermin bangsa dalam pergaulan dunia.
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, pengetahuan faktual, konseptual, dan procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.     Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.    Menghargai tubuh dengan seluruh   perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai
1.2.    Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.
                1.1.1 Menggunakan tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai dengan menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
                   1.1.2 Memelihara dan membina tubuh sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta dengan menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
2.1    Berperilaku sportif dalam bermain

2.2    Bertanggung jawab terhadap
keselamatan dan kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.

2.3    Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.Menunjukkan kemauan bekerja sama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik
2.4    Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5    Disiplin selama melakukan aktivitas fisik
2.1.1 Menunjukkan perilaku sportif dalam menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
2.2.1 Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dalam menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.2.2 Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran mengalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.3.1 Menunjukkan perilaku santun selama belajar
menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.4.1 Menunjukkan perilaku bekerjasama semalam mengalisis konsep pengkuran  kebugaran jasmani
2.5.1  Menunjukkan perilaku toleransi selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani
2.6.1 menunjukkan perilaku disiplin selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.

3.5      Menganalisis konsep pengukuran komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan dan keterampilan menggunakan isntrumen standar
              3.5.1 Menganalisis konsep pengukuran kelenturan terkait keterampilan
              3.5.2 Menganalisis konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan
              3.5.3 Mengalisis konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan
              3.5.4 Menganalisis hasil pengukuran kebugaran jasmani          menggunakan standar TKJI.
4.5      Mempraktikkan pengukuran derajat komponen kebugaran jasmani terkait        kesehatan dan keterampilan            menggunakan instrument standar
                  4.5.1 Mempraktikan konsep pengukuran daya tahan tubuh
                  4.5.2 Mempraktikkan konsep pengukuran kekuatan otot-otot
              4.5.3 Mempraktikkan konsep pengukuran komposisi tubuh
              4.5.4 Mempraktikkan konsep pengukuran kelenturan tubuh
         4.5.5 Mempraktikkan konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan
        4.5.6 Mempraktikkan konsep pengkuran kelincahan terkait keterampilan
   4.5.7 Mempraktikkan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI


C.              Tujuan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat :
1. Memiliki kesadaran tentang arti penting merawat tubuh sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 
2. Menunjukkan perilaku bertanggungjawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
    3. Menunjukkan perilaku santun dan toleransi selama menganalisis konsep pengukuran kebugaran jasmani.
4. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kecepatan terkait keterampilan dengan menunjukkan    nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
   5. Menganalisis dan mempraktikkan konsep pengukuran kelincahan terkait keterampilan dengan menunjukkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.
   6. Menganalisis dan mempraktikkan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI dengan menunjukkan   nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin.

Kamis, 19 Juni 2014

Indonesia dan Piala Dunia

Hindi Belanda
Semenjak keikutsertaan Hindia-Belanda di piala dunia Perancis tahun 1938, Indonesia belum pernah lagi sampai pada putaran final. Meskipun saat itu belum memakai sistem babak kualifikasi dan Indonesia saat itu langsung lolos ke putaran final piala dunia. Ironis memang jika kita menyadari Indonesia yang berpenduduk sekitar 250 juta orang, sebagaian besar adalah penggemar sepakbola tidak bisa menemukan 20 orang saja untuk membawa negara kita ke puncak pergelaran piala dunia yang dianggap sebagai event olahraga terbesar sejagad.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 kita hanya bisa dan harus puas sebagai penikmat dan penonton piala dunia saja. Setiap kali ada penyelenggaran piala dunia kita bisa melihat antusiasme masyarakat kita, dari pedesaan sampai dengan perkotaan bahkan istana negara menyelenggarakan nonton bersama meski hanya bisa sebagai penggembira dan pendukung bagi negara lain. 
bola.net
Apakah kita sudah puas sebagai penggembira dan penonton saja ?, bukankah Indonesia sebagai bangsa yang besar sudah seharusnya turut serta di pergelaran akbar tersebut...? Bayangkan bagaimana rasa kegembiraan dan senangnya rakyat Indonesia seandainya melihat anak bangsa berjuang disana..?. Jangankan piala dunia, ajang piala AFF yang setingkat asia tenggara saja dapat memicu dan menggelorakan rasa nasionalisme yang luar biasa. 

Kita Punya Potensi
Untuk turut serta di pergelaran piala dunia, kita harus berjuang dari babak kualifikasi I zona asia sampai dengan kualifikasi akhir yang akan mempertemukan juara dari masing-masing group. Untuk zona asia jumlah tim yang akan lolos ke putaran final piala dunia biasanya hanya 4 sampai 6 tim memang terbilang sedikit jika dibandingkan dengan zona Eropa yang bisa sampai 16 tim ataupun Amerika yang bisa sampai 10 tim. Padahal negara di asia jauh lebih banyak dari pada negara dari zona lain.

Tapi itu bukan alasan dan jangan menjadi hambatan karna FIFA sebagai induk sepakbola pasti sudah menghitung potensi dan kemampuan serta prestasi yang diraih timnas dari masing-masing zona. Untuk itu kita harus berubah dan melakukan persiapan jangka panjang, yang paling penting adanya political will dari pemerintah, berupa kebijakan dan dukungan dalam segala aspek. Pada masa sekarang olahraga seperti sepakbola sudah menjadi ajang pembuktian dan identitas suatu bangsa, jadi sudah sewajarnya pemerintah turut serta dengan serius supaya bangsa kita sejajar dengan bangsa lainnya.

Kita punya 250 juta penduduk yang sebagian besar adalah usia muda, untuk mempersiapkan 20 orang saja pesepakbola unggul logikanya pasti sangat mudah. Tapi yang menjadi kesalahan selama ini kita sudah dirusak oleh sistem dan kebiasaan yang kita buat sendiri. Kita sepertinya jalan ditempat semakin lama semakin tertinggal dari negara sekitar kita.

Kita punya peraturan dan kebijakan (UU Keolahragaan) namun implementasinya nihil. Kita punya kepengurusan dan organisasi (PSSI-red) tapi lebih sering bermasalah karna ditempati oleh orang-orang politik atau pemerintahan bukan profesional. Kita punya prasarana tapi sebagian besar dibawah standar dan tidak dirawat atau bahkan dirusak. Kita punya liga sepakbola tapi lebih sering bermasalah dari pada menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Jadi adakah baiknya sepakbola dinegeri ini..? pertanyaan yang harus kita jawab bersama. Solusinya kita harus mau melakukan perubahan dari sistem dan kebiasaan yang kita lakukan selama ini. Jika selama ini kita hanya mencintai sepakbola maka kita harus mulai menendang bola, belajar mengumpan dan menggiring bekerja sama untuk memperoleh gol. Kita harus berani melakukan revolusi dan reformasi olahraga termasuk membuang sistem dan mindset yang selama ini hanya membawa kegagalan dan kegagalan.

Jika kita ingin melihat contoh yang baik kita bisa lihat negara-negara maju di eropa seperti Italia, Jerman, Spanyol, Perancis atau Inggris. Mereka memliki kebijakan, prasarana, pembinaan dan liga yang sangat baik dan tertata rapi bahkan sepakbola sudah dijadikan industri dan penghasil devisa negara. Tentu saja jika kita mengikuti model ini masih sulit dan butuh investasi yang besar.

Tapi sepakbola tidak selamanya adalah urusan uang (dana) kita bisa lihat beberapa negara sebagai perbandingan. Brazil sebagai contoh pertama, dari dulu negara ini dianggap sebagai negara sepakbola, juara piala dunia 5 kali. Mereka sebenarnya adalah negara berkembang belum memiliki fasilitas yang terbaik dan liga lokal yang mirip dengan Indonesia. Tapi mereka banyak memiliki pesepakbola "ekspor" ke berbagai negara. Sistem seperti ini mirip dengan tetangga mereka seperi Argentina, Chili dan Uruguay.

Contoh yang lain adalah Meksiko, Korea utara,  Kroasia, Bosnia, atau bahkan Togo dan negara miskin  lainnya. Sebagaian dari negara "kecil" ini bahkan baru saja merdeka dan telah porak poranda karena perang. Tapi mereka berhasil ke putaran final piala dunia bermodalkan semangat juang dan kerja keras. Negara-negara ini memiliki antusiame dan rasa nasionalisme yang tinggi bermain sepakbola bagi mereka adalah kebanggaan bukan hanya mengenai uang. Sesuatu yang sudah jarang kita temukan dari masyarakat kita apalagi pesepakbola kita.

Sedikit Harapan..?
Meskipun dengan semua permasalahan yang ada, kita tetap dapat menikmati sepakbola itulah mungkin ciri kita sebagai bangsa besar yang tertidur. Kita cukup puas bermimpi menuju pentas dunia sambil melihat dan bermimpi bahwa Messi atau Ronaldo adalah kita sendiri. Nasionalisme semu dengan mendukung negara lain dan kadang beradu argumen sesama anak bangsa demi membela mereka.

Semoga saja kedepannya prestasi tim-tim junior kita berlanjut dan menular ke timnas senior dan pada akhirnya kita dapat melihat timnas Indonesia di piala dunia. Jarak antara piala dunia memang cukup lama 4 tahun, namun hanya butuh satu bulan menyelesaikannya. Itu adalah sebuah pengandaian bahwa dalam sepakbola dibutuhkan proses yang panjang dan kontiniu tidak bisa instan meskipun bertandingnya hanya 2x45 menit. Kelemahan yang ada pada bangsa kita yang suka cari jalan pintas dan cepat meski salah dan berbahaya.

Jalan pintas menuju piala dunia salah satunya adalah menjadi penyelenggara atau tuan rumah piala dunia. Jika itu yang ingin kita lakukan berarti butuh waktu minimal 8-12 tahu lagi karna sampai tahun 2022 FIFA sudah menentukan tuan rumahnya, itupun harus bersaing dengan negara-negara maju dalam ekonomi dan prestasi sepakbolanya. Cara seperti ini bisa kita lihat di Afrika Selatan (2010) yang merupakan negara berkembang yang sama dengan kita.

Akhir  kata semoga kita dapat belajar dari perhelatan piala dunia Brazil 2014 ini dan semoga sepakbola kita semakin baik dan berjaya.
Salam olahraga...!!!!







Sabtu, 07 Juni 2014

Rahasia Ilmiah Agar Hidup Lebih Lama dan Awet Muda

longlifesuplement.com
Rahasia awet muda dan umur panjang adalah misteri yang terus menghantui – bahkan menjadi obsesi – manusia. Triliunan rupiah dibuang setiap tahun untuk menciptakan obat-obatan yang bisa membuat manusia hidup lebih lama. Tetapi hidup lama nyatanya tidak semata datang dari obat-obatan. Enam pola hidup di bawah ini, secara ilmiah terbukti bisa membuat manusia bernafas lebih lama:

1. Jangan duduk terlalu lama
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama bisa memperpendek harapan hidup dan meningkatkan risiko terserang penyakit. Sebuah studi pada 2011 menunjukkan bahwa setiap satu jam yang seseorang (di atas 25 tahun) habiskan dengan duduk di depan televisi, maka usianya akan berkurang 22 menit.

2. Kepribadian
Dalam buku The Longevity Project (2011), yang mengulas salah satu studi paling besar tentang umur manusia, orang yang teliti mengalahkan jenis kepribadian lain dalam soal umur panjang. “Bijaksana, gigih, dan perilaku yang terorganisasi dengan baik” bisa membuat orang berumur panjang. Perilaku yang teliti biasanya memengaruhi perilaku lain. Orang yang teliti biasanya memilih makanan yang sehat, pasangan hidup yang lebih baik, pekerjaan yang baik, dan cenderung tidak merokok, tidak ngebut, serta selalu mengikuti saran dokter.

3. Makanan
Banyak orang kagum dengan orang-orang di pesisir Mediterania yang berusia panjang. Studi terhadap orang-orang di kawasan itu menemukan bahwa mereka mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan lemak sehat seperti minyak zaitun. Pola makan sehat bisa mengurangi risiko sakit jantung dan kehilangan ingatan.

Minggu, 01 Juni 2014

Badan Lemas karna Metabolisme Tubuh Melambat

Metabolisme merupakan proses yang mana tubuh dapat mengubah makanan serta minuman kedalam bentuk energi agar dapat melakukan aktivitas. Bilamana metabolisme kita lancar, pembakaran kalori di tubuh pun akan menjadi lancar. Tetapi jika metabolisme tubuh lambat, maka pembakaran kalori tubuh juga menjadi lambat.
download 5 Penyebab Kenapa Metabolisme Tubuh Melambat
Banyak sekali penyebab metabolisme lambat dalam tubuh, seperti jenis kelamin, usia, beat badan dan asupan gizi yang tidak seimbang. Namun, ada juga penyebab lain yang tak banyak diketahui oleh orang.

Alasan Penyebab Metabolisme Lambat

1. Kekurangan Protein
Jika tubuh kekurangan protein, maka proses metabolisme tubuh akan melambat. Ini dikarenakan peranan protein ini sangat vital hingga mencapai 35 persen. Maka dari itu, untuk meningkatkan metabolisme tubuh anda lancar, ada baiknya jika memperbanyak konsumsi protein setiap harinya.
19823 300x240 5 Penyebab Kenapa Metabolisme Tubuh Melambat

2. Kekurangan zat besi
Selain protein, kekurangan zat besi pun juga bisa menjadi penyebab metabolisme lambat. Zat besi merupakan nutrisi penting dalam tubuh yang mengangkut oksigen ke bagian otot agar dapat membakar lemak. Hal ini sering terjadi pada kaum hawa yang sedang dalam periode menstruasi sehingga menjadi lemes, lesu dan juga cepat lelah.
images 5 Penyebab Kenapa Metabolisme Tubuh Melambat


3. Kekurangan vitamin D
Vitamin D ini memiliki peranan penting dalam penyerapan kalsium dalam tubuh. Maka orang yang kekurangan vitamin D ini disarankan untuk berjemur pada pagi harinya agar dapat mendukung atau memperlancar metabolisme tubuh. Jangan sampai anda kekurangan vitamin D yang akan menjadi penyebab metabolisme lambat.

1668 300x240 5 Penyebab Kenapa Metabolisme Tubuh Melambat

4. Menghindari kafein
Kafein yang sering terdapat dalam minuman seperti kopi dan teh ini ternyata dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh manusia. Bahkan menurut penelitian di sebuah universitas luar negeri pun menjabarkan jika peran kafein dalam proses metabolisme tubuh ini mencapai 5 persen. Namun, yang perlu digarisbawahi jangan mengkonsumsi secara berlebihan.

Senin, 19 Mei 2014

Fenomena Atletico Madrid

Atletico Madrid
Atletico Madrid adalah juara La liga musim 2013/14 menggeser dominasi Real Madrid dan Barcelona, dua tim yang secara tradisi selalu menjadi penguasa Laliga Spanyol. Prestasi ini merupakan prestasi yang sangat fenomenal dimana 10 tahun terakhir tidak ada tim yang mampu mengganggu dominasi Barcelona dan Real Madrid di Spanyol.

Melihat hasil yang dicapai oleh Atletico musim ini maka kita bolehlah memberikan 2 jempol. Tidak hanya di La liga di piala raja Spanyol (Copa Del Rey) mereka juga sampai pada tahap semifinal. Bahkan diajang yang lebih tinggi dan prestisius liga champion mereka akan berhadapan dengan tim sekota Real Madrid di final. Suatu prestasi yang sebelum musim dimulai dianggap sebagai hal impossible bagi Atletico.

Namun seiring berjalannya waktu, fakta menunjukkan bahwa atletico adalah tim yang stabil dan terus berjalan menuju puncak performa. Mereka berhasil memenangkan 28 laga dan hanya 4 kali kalah di Laliga. Sama halnya di liga champion mereka keluar sebagai juara group G dengan 5 kemenangan dan 1 seri. Sampai babak final liga champion mereka juga belum terkalahkan.

Melihat hasil-hasil yang dicapai Atletico diatas adalah hal yang wajar apabila mereka layak dinobatkan sebagai penguasa Spanyol bahkan Eropa. Perjalanan mereka memang belum selesai di pentas liga champion, dimana lawan mereka Real Madrid adalah penguasa liga champion dengan 9 gelar. Tapi harap diingat musim ini Atletico telah berhasil mengalahkan Real Madrid di Laliga (1-0 dan 2-2). Terlepas dari hasil final liga champion nanti, paskukan Diego Simeone patut di acungi jempol.

Beberapa faktor yang mungkin membuat Atletico Madridd berprestasi seperti sekarang ini diantaranya : 
A. Faktor Pelatih
Sebagai entranador mungkin Diego Simeone belumlah mempunyai banyak pengalaman, tapi patut diingat sebagai pemain ia adalah sosok pemimpin dengan determinasi yang tinggi. Ditambah dengan sifat opurtunis dan tempramentalnya yang keras menjadikan ia selalu diperhitungkan oleh kawan dan lawan. Pengalamannya bermain di Argentina, Spanyol dan Italia tentu menjadi nilai plus. Ia seakan mampu untuk menyerap ilmu dan pengalaman yang berharga dari masing-masing negara tersebut dan meramunya menjadi satu.

Kamis, 17 April 2014

Barca Kalah Lagi, Runtuhnya Sebuah Era Kejayaan...?

Messi dkk
Sekitar 4-5 tahun yang lalu menyebut nama klub Barcelona atau Barca pasti yang terbayang adalah permainan menghibur kelas dunia dengan segudang prestasi baik untuk klub maupun individu pemainnya. Saat itu dibawah pelatih Pep Guardiola Barca seperti tak punya lawan dan dianggap sebagai tim dari planet lain dengan tiki-takanya. 

Barcelona memenangkan semua gelar yang ada mulai dari Laliga, Piala Raja, Liga champion, Piala Super Eropa sampai Piala dunia antar klub. Ditambah lagi dengan fenomena Messi yang memborong semua penghargaan pesepakbola bergensi mulai dari top skorer eropa sampai Ballon d'or sebanyak 4 kali berturut-turut.

Namun cerita itu sepertinya akan berakhir musim kompetisi 2014 ini, seiring dengan rentetan kekalahan Barca dipertandingan yang menentukan. Setelah kalah di laliga, barca pun harus tersingkir dari liga champion ditangan Atletico Madrid. Dan yang terakhir di arena piala raja Barca kalah 1-2 dari musuh bebunyutan Real Madrid.

Keadaan diatas memaksa Barca hanya bisa berharap untuk mendapatkan gelar La liga dimusim ini, itupun dengan harapan rival mereka Atletico dan Real Madrid tergelincir dibeberapa pertandingan. Tentu saja penggemar barca diseluruh dunia yang juga merupakan klub dengan penggemar terbanyak di dunia kecewa dengan keadaan ini.

Runtuhnya sebuah era.
Dalam dunia sepakbola seperti halnya dibidang lainnya ada masa keememasan dan masa kejatuhan dari sebuah era. Kita bisa lihat bagaimana dahulu tahun 1950an Real Madrid begitu berjaya di eropa dengan torehan 5 gelar Champion, begitu juga era 1970-1980an Bayern Munchen, Liverpool dan Ajax Amsterdam mendominasi daratan Eropa dan dunia. Dan juga kita pasti ingat dengan era "The Dream Team" AC Milan di tahun 1990an.

Pada saat itu tim-tim tersebut memegang banyak rekor dan sebahagian masih bertahan sampai saat ini. Adalah hal yang wajar jika sebuah tim khususnya dieropa tidak akan mampu bertahan cukup lama untuk mendominasi karna ketatnya persaingan di eropa. Biasanya jatuhnya sebuah era akan dilanjutkan oleh masa transisi dengan beberapa klub menjadi pemeran utama, seperti saat ini dimana ada Bayern Munchen, Real Madrid, Chelsea, Atletico bahkan PSG yang sedang naik daun.

Penyebab Terpuruknya Barca

Senin, 31 Maret 2014

Rasa Nyeri Setelah Berolahraga (DOMS)

Mungkin kita pernah merasakan badan kaku dan terasa sakit (nyeri) semua saat bangun pagi, padahal semalam saat kita berolahraga tidak merasakan ada bagian tubuh yang cedera ataupun bermasalah. Umumnya gejala ini timbul sampai 3-5 hari setelah berolahraga. Gejala-gejala ini pertama sekali diteliti oleh Theodore Hough pada 1902.
Fitsugar.com
Penyebab DOMS secara umum.
Delayed onset muscle soreness (DOMS), also called muscle fever, is the pain and stiffness felt in muscles several hours to days after unaccustomed or strenuous exercise. The soreness is felt most strongly 24 to 72 hours after the exercise. It is thought to be caused by eccentric (lengthening) exercise, which causes microtrauma to the muscle fibers. After such exercise, the muscle adapts rapidly to prevent muscle damage, and thereby soreness, if the exercise is repeated.
Sebenarnya ini adalah hal yang normal terutama bila kita berolahraga lebih berat dari sebelumnya. Penambahan beban, waktu dan mencoba jenis latihan baru adalah penyebab utama dari gejala ini yang disebut dengan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Saat otot bekerja lebih berat dibandingkan biasanya, terjadinya kerusakan mikroskopis pada serat otot, yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku